Postingan

Menampilkan postingan dari 2012

Aku mohon jangan pergi....

Gambar
Apakah kau ikhlas jika aku menjalani cinta dengan orang lain? Pertanyaan itu seolah-olah memukulku, mencabik-cabik hatiku. Perih sekali.... Aku butuh jawaban darimu... Apa ada perempuan lain yang mengusik hatimu? Mengusikku iya, tetapi tidak hatiku... Lalu... Lalu , jawab pertanyaanku... Aku hanya diam, mencoba menerjemahkan kembali pertanyaanmu yang semakin membuatku sesak. Buliran bening itu mengalir di pipiku, tak ada yang menyekanya, karena kaulah orang yang selalu menyeka airmataku ketika aku menangis. Tetapi kini...semuanya pelan-pelan berubah, kau lelah denganku... Perlahan...dengan sekuat hati, aku mencoba menjawab pertanyaanmu. Baiklah mas, jika itu yang kau inginkan..jika memang ada perempuan yang memang bisa mendampingimu dengan tulus, jalanilah...tetapi aku mohon tetaplah disini, di hatiku, aku tak bisa kehilanganmu..             Kau mengijinkan aku mencintai perempuan lain? Apa kau per...

Aku ingin pinjam pundakmu sebentar saja..

Gambar
Bolehkah aku meminjam pundakmu sebentar saja? Aku lelah, aku ingin istirahat di sana, di pundakmu, ya, di pundakmu yang teduh. Kau tahu, setiap hari aku selalu sibuk dengan pekerjaanku hingga tak ada waktu, bukan saja waktu untuk dirimu, bahkan untuk diriku sendiri, aku juga kehilangan waktuku. Maka, ketika kau di sampingku, aku ingin meminjam pundakmu untuk melepas semua rasa penat yang aku rasakan selama ini. “Aku takmau meminjamkan pundakku untukmu,” “Kenapa? Apa kau marah denganku?” “Tidak, aku tidak akan pernah bisa marah denganmu. Paling-paling jika kau membuat kesalahan, aku hanya akan terdiam dalam beberapa hari, dan meskipun aku tahu kau tak suka, tetapi itulah caraku ketika marah denganmu, aku takmau menyakitimu dengan amarahku, apalagi dengan perkataanku, tidak aku tidak akan pernah marah dan tidak akan pernah bisa marah denganmu,” “Jika kau tak marah, lalu kenapa kau takmau meminjamkan pundakmu untukku?” “Aku tidak mau meminjamkan pundakku...

Semangat PPL dan KKN….

Gambar
Sudah sepekan ini saya serasa tak memiliki waktu untuk diri sendiri, semenjak saya ditetapkan PPL dan KKN di SMA Negeri Banyumas. Waktu seperti terasa begitu singkat, karena saya dihadapkan dengan program yang sebegitu banyaknya. Saya sendiri sudah merasa kerdil mendengarnya. Saya sempat berfikir tentang kebijakan kampus yang menempatkan saya jauh dari kos, melihat kondisi saya yang memang kurang bersahabat dengan rasa capek, saya yang selalu rentan bahkan sering pingsan, saya menjadi was-was apakah nanti saya akan maksimal mengajar, atau saya hanya akan  menikmati rasa lelah dan sakit karena kondisi tubuh yang tidak bersahabat. Tetapi keputusan penempatan PPL dan KKN sudah tidak dapat diganggu gugat, akhirnya saya menerima dan pasrah, karena tidak ada hal lain lagi yang dapat saya lakukan selain itu. Tidak apa-apa, pikir saya. Saya bisa memperoleh pelajaran ikhlas dari semua ini. Sekarang yang harus saya lakukan adalah semangat dan berdoa, semoga saya bisa maksimal menjala...

Aku ingin kau tetap menjagaku

Gambar
Sayang… Tahukah kau apa yang sedang aku alami saat ini? Aku seperti kehilangan kekuatan untuk hidup, aku kehilangan semangatku. Aku rapuh, aku lemah. Aku sakit. Memang, aku merdeka, ya, merdeka karena tak ada lagi yang   mengingatkanku saat aku lupa makan, tak ada lagi yang mengingatkanku ketika aku pergi jauh tanpa teman. Dan tak ada lagi yang melarangku ketika aku melakukan hal-hal yang mungkin kurang baik untukku. Tetapi sayang, sungguh aku rindu itu, aku rindu semuanya. Aku rindu perhatian yang selalu kau berikan, aku rindu semangat yang selalu kau alirkan, dan aku rindu kamu. Saat ini aku menyadari, ternyata aku perempuan lemah, yang memang membutuhkanmu untuk menguatkanku. Sayang.. Aku ingin kau kembali mengingatkanku, aku ingin kau kembali cerewet padaku dan aku ingin kau kembali menjagaku… Aku harap suatu saat nanti ketika aku pergi jauh, kau tak akan meneteskan airmata untukku…. Aku mencintaimu dan merindukanmu lelakiku….

Ketika kau lupa…

Gambar
Sayang..abaikanlah saja aku, abaikanlah saja saat handphonemu bordering dan tertera namaku yang memanggilmu, abaikan saja smsku tentang rinduku yang semakin meradang padamu. Dan abaikanlah semua hal-hal kecil yang mungkin kurang berarti bagimu. Karena, aku tahu saat ini mungkin kau sedang disibukan pekerjaanmu, dan aktifitasmu yang semakin membuatmu melupakanku. Tak apa sayang, aku akan mencoba memahamimu. Biarlah rinduku ini semakin lesap, dan semakin membuat nafasku sesak. Karena dengan seperti itu, kau mengajariku tentang kekuatan. Aku akan semakin kuat dengan semua yang kau berikan untukku. Maafkan aku ya sayang, beberapa waktu yang lalu. Mungkin banyak hal yang kurang kau sukai dariku, dan aku tak memberikan kesempatan untukmu marah. Karena, aku tidak mau kau menyesal setelah memarahiku. Aku tahu hatimu sayang, teramat lembut untuk seorang lelaki. Tetapi sekali lagi, aku mohon jangan terlalu sensitive dengan hal-hal kecil yang akan membuat hubugan kita menjadi hancur...

Menangislah Bulan....

Gambar
Siang itu, ketika aku pulang kuliah aku mendapati temanku, Bulan. Menangis sendiri di pojok kamar. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Aku bingung apa yang terjadi dengannya. Aku mendekatinya dan menawarkan pundakku untuknya. “Kenapa kau menangis Bulan. Apa ada yang menyakitimu?” Pelan sekali aku bertanya. Tetapi tangisnya semakin menjadi. Aku mencoba mengerti, aku biarkan dia terus menangis dihadapanku. Karena aku tahu, dia lebih cengeng dariku. Teruslah menangis Bulan, jika itu mampu meringankan semua rasa sakit di hatimu. Menangislah, kau tak akan terlihat lemah di hadapanku karena menangis. Tidak sama sekali, bulan. Justru aku iri padamu, karena kau mudah sekali menangis, sedangkan aku menangis jika memang terjadi sesuatu yang mengharuskanku menangis, itupun aku hanya menangis sendiri, aku tak bisa membagi tangisanku kepadamu. Meskipun kau teman terdekatku. “Apakah cinta harus sesakit ini?” Tiba-tiba kau mulai bicara padaku Bulan, aku mulai menyuruhmu...

Tentang Lelaki Airmata

Gambar
Catatan untuk kekasihku yang terkasih  oleh Mulasih Tary pada 18 September 2011 pukul 18:38 ·  Untuk kekasihku yang pengasih yang di hatinya di penuhi rindu untukku. Kekasihku, sudah bebrapa hari ini aku mencarimu di setiap nafas pagi yang hangat, aku mencarimu di tetesan embun yang bening. Dan aku mencarimu di setiap detak jantungku. Tapi sepertinya kau kehilangan peta kekasihku, kau lupa jalan pulang menuju hatiku. Kekasihku, lekaslah pulang menuju hatiku yang penuh penantian,dan segeralah  melunasi rindu yang takan pernah jemu. Aku gila kekasihku, aku kehilanganmu juga kehilangan kata-kata untuk mengembalikanmu ke tempat yang seharusnya kau huni, yaitu hatiku. Aku sering menangisimu kekasihku.aku selalu merasa tersiksa sendiri dalam lautan airmata.tetapi kau masih selalu senang mengambang di langit malam. Padahal kau tahu aku begitu takut dengan malam, tapi kau sangat suka bermain dengan malam. Kau bilang "malam adalah teman yang sempurna...

Cerpen Mulasih Tary

Mbah Darsih oleh Mulasih Tary pada 30 Juli 2011 pukul 15:05 · Cerpen Mulasih Tary¨ di muat di harian Merapi. minggu 24 juli 2011             Ini kisah tentang seorang perempuan yang hidupnya selalu kesepian di usaianya yang sudah senja. Ia sendiri tak tahu, kenapa di sisa hidupnya yang sudah semakin merangkak menuju kematian, ia harus ditinggalkan anak-anaknya, entahlah . Mungkin anak-anaknya merasa jijik pada perempuan yang mengidap penyakit borok yang menjangkit kaki kanannya itu. Sehingga kakinya sebelah kanan juga hampir membusuk. Ia berjalan dengan menggunakan tongkat kayu yang Ia ambil dari pohon di belakang rumahnya. Mbah Darsih, dengan sebutan itu warga selalu memanggil namanya. Mbah Darsih tidak memiliki penghasilan apapun di kampungnya. Ia hanya mendapatkan makanan dari belas kasihan warga yang melihat betapa malangnya Mbah Darsih itu.          ...