Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2012

Tentang Lelaki Airmata

Gambar
Catatan untuk kekasihku yang terkasih  oleh Mulasih Tary pada 18 September 2011 pukul 18:38 ·  Untuk kekasihku yang pengasih yang di hatinya di penuhi rindu untukku. Kekasihku, sudah bebrapa hari ini aku mencarimu di setiap nafas pagi yang hangat, aku mencarimu di tetesan embun yang bening. Dan aku mencarimu di setiap detak jantungku. Tapi sepertinya kau kehilangan peta kekasihku, kau lupa jalan pulang menuju hatiku. Kekasihku, lekaslah pulang menuju hatiku yang penuh penantian,dan segeralah  melunasi rindu yang takan pernah jemu. Aku gila kekasihku, aku kehilanganmu juga kehilangan kata-kata untuk mengembalikanmu ke tempat yang seharusnya kau huni, yaitu hatiku. Aku sering menangisimu kekasihku.aku selalu merasa tersiksa sendiri dalam lautan airmata.tetapi kau masih selalu senang mengambang di langit malam. Padahal kau tahu aku begitu takut dengan malam, tapi kau sangat suka bermain dengan malam. Kau bilang "malam adalah teman yang sempurna...

Cerpen Mulasih Tary

Mbah Darsih oleh Mulasih Tary pada 30 Juli 2011 pukul 15:05 · Cerpen Mulasih Tary¨ di muat di harian Merapi. minggu 24 juli 2011             Ini kisah tentang seorang perempuan yang hidupnya selalu kesepian di usaianya yang sudah senja. Ia sendiri tak tahu, kenapa di sisa hidupnya yang sudah semakin merangkak menuju kematian, ia harus ditinggalkan anak-anaknya, entahlah . Mungkin anak-anaknya merasa jijik pada perempuan yang mengidap penyakit borok yang menjangkit kaki kanannya itu. Sehingga kakinya sebelah kanan juga hampir membusuk. Ia berjalan dengan menggunakan tongkat kayu yang Ia ambil dari pohon di belakang rumahnya. Mbah Darsih, dengan sebutan itu warga selalu memanggil namanya. Mbah Darsih tidak memiliki penghasilan apapun di kampungnya. Ia hanya mendapatkan makanan dari belas kasihan warga yang melihat betapa malangnya Mbah Darsih itu.          ...

Tentang Kekasih

catatan kecil buat kekasih oleh Mulasih Tary pada 11 Mei 2011 pukul 18:50 · di bawah tatapan matamu aku menemukan keteduhan, tempat menumpahkan jiwa yang letih. kita saling berbagi hati dengan warna rindu karena itu pula bila aku membuat matamu berair. hatiku ikut basah dan ikut menangis. lalu kau dan aku akan sama-sama merasakan luka karena kerinduan yang amat mendalam........ purwokerto, Mei 2011

Tentang Cinta

Dari kekasih yang paling terkasih 1 oleh Mulasih Tary pada 10 Mei 2011 pukul 16:33 · Dengan airmata yang tak tertahankan aku mengajak kekasihku pergi ke tempat terindah kita. Tempat rahasia “Apa yang terjadi padamu?” tanyanya pelan dan lembut Aku tak kuasa. Aku memeluknya erat. Dan entah dari mana datangnya keberanian itu, aku katakan rasa cintaku padanya. Tak ada jawaban. Yang terdengar hanyalah isakan tangisku yang gagap. Tapi, pelan-pelan aku merasakan balasan pelukan yang lebih mesra dari kata-kata, dan tatapan mata yang lebih jujur dari cinta. Kemudian, airmatanya menggelinding jatuh, cinta telah terucap dalam bahasa yang paling sempurna. Aku memeluknya, semakin erat. Inilah pelukan terakhir dari cinta pertama yang tersia-siakan. Tapi, rasanya sampai ke tulang paling sum-sum.

Esai Mulasih Tary

Distingsi Berteater dan Bersastra di Banyumas oleh Mulasih Tary pada 30 Juli 2011 pukul 14:55 · Oleh ;Mulasih Tary harian minggu pagi, minggu 24 juli 2011 Seni teater di Banyumas terlihat berkembang semakin maju. Paling tidak hampir setiap bulan, bahkan minggu selalu ada pementasan dan diskusi soal pementasanteater. Hal ini berbalik dengan perkembangan sastra, yang diam. Sunyi. Seperti tak berpenghuni. Diskusi dan publikasi sangat minim sekali. Ada apa sebenarnya dengan bersastra dan berteater di Banyumas? Misalnya saja, di kalangan kampus, paling tidak ada Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP); Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), STAIN Purwokerto, yang merupakan kantong-kantong kreativitas sastra, tetapi lebih banyak didominasi oleh berteater. Hal itu terbukti dengan seringnya diadakan pementasan kampusdi kalangan kampus tersebut. Terlepas berkualitas atau tidaknya pementasan tersebut, paling tidak berteater di Banyumas berkembang cepat daripada...

Cerpen Mulasih Tary

Cerpen Mulasih Tary "Tiga Istri" oleh Mulasih Tary pada 6 September 2011 pukul 16:59 · KORAN  MERAPI  edisi 4 september 2011 “ Hari ini kulamar anakmu sebagai istri ke tigaku.” “Bagaimana Hana? Apakah kau mau menjadi istri ke ketiga Pak Wiryo?” Hana hanya merunduk ketika mendengar ucapan bapaknya. Ia tak berani menjawab. Apalagi membantah ucapannya. Bisa kualat. Gadis yang baru berumur 17 tahun itu memang teramat cantik. Wajahnya masih terlihat bersinar, bibirnya merekah indah dan matanya yang bening berawan. Semesta ada di dalamnya. “Kau mau Hana?” Tak ada jawaban untuk pertanyaan Pak Wiryo. Sebenarnya Hana merasa jijik dengan lelaki yang sudah memiliki dua istri itu. Ia lebih pantas dipanggil Bapak oleh Hana. Tetapi, lelaki itu kini sudah berada di ruang tamu rumahnya. Dan melamarnya untuk dijadikan istri yang ketiga. Dasar tua-tua tak tahu diri Batin Hana semakin muak. Hanya saja bibirnya tak bisa mengeluarkan satu patah katapun untuk ...

Cerpen Mulasih Tary

Ningsih, Perempuan Luka! ( Koran Merapi Edisi Minggu 18 Desember 2011) oleh Mulasih Tary pada 18 Desember 2011 pukul 16:31 · Cerpen Mulasih Tary   Senja masih memiliki warna yang sama. Indah dan amat memukau. Seperti warna bunga yang selalu menyempurnakan sebuah taman yang berada di sebelah rumah seorang perempuan luka. Yang tinggal bersama suami dan anaknya. Sebuah keluarga, yang seharusnya sedang menikmati kebahagiaan yang sesungguhnya, kebahagiaan yang lengkap, tetapi tidak bagi keluarga Ningsih, si perempuan luka itu. Masyarakat selalu menganggap keluarga Ningsih sebagai sebuah keluarga gila. Keluarga tidak waras karena memang keadaan mengatakan demikian. Ningsih si perempuan luka dengan luka yang menganga di sekujur tubuhnya, dan banyak sayatan di hatinya, sehingga tidak ada tempat lagi untuk luka yang setiap hari di goreskan oleh suaminya. Dan si anak dengan keanehan yang dimilikinya sejak ia lahir hingga dewasa. Serta seorang suami yang temperamenta...

Cerpen Mulasih Tary

Cerpen Mulasih Tary "Parfum Bulu Rindu" Koran Merapi 19 februari 2012 oleh Mulasih Tary pada 21 Februari 2012 pukul 18:36 · Parfum Bulu Rindu Mulasih Tary    Koran Merapi Edisi 19 Februari 2012 Bau parfum itu berhamburan wanginya. Membuncah. Mengetarkan hati setiap lelaki yang menghirupnya. Sebuah aroma birahi dikirimkan angin melalui parfum itu. Wangi itu datang dari tubuh seorang perempuan yang setiap saat menghiasi mata lelaki. Mencopot mata lelaki yang menikmati lekuk tubuhnya. Perempuan penebar senyum yang legit. Semua lelaki dapat mencicipi senyum itu. . Mulai dari tukang becak, sopir angkot, sopir truk, sampai kalangan pejabat yang status sosialnya tinggi. Penuh birahi. Perempuan itu bernama Idah, yang selalu membuat seluruh lelaki di kampung berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatiannya. Lelaki yang dulu sering menghinanya. Memperolok. Meliriknya pun tak sudi, sekarang jadi berbalik memujanya. Bahkan, ada yang sampai rela meninggalkan ist...

Sajak Cinta

Sajak Mulasih Tary oleh Mulasih Tary Dimuat di koran merapi minggu september 2011 Sajak-sajak Mulasih Tary   Tentang Hujan kemarin kau guyurkan hujan di bibirku malam ini kau guyurkan hujan di tubuhku yang melepuh dan esok masih mampukah kau guyurkan hujan untuk tanah kemarau yang gersang di tubuhku hujan itu menghamiliku kekasih pada hujan kutitipkan perjakaku pada perawanmu menciptakan anak-anak yang jeritannya mampu membangunkanmu birahimu Purwokerto, 2011 Sajak-sajak Mulasih Tary   Imajinasi Anyaman Bambu aku jatuh cinta pada pertemuan panjang yang terasa amat pendek itu padahal antara aku dan kau sederhana saja aku lebih suka mengimajinasikanmu dengan sebentuk rindu sayang cinta itu seperti anyaman bambu meskipun banyak lubang kecil mengelilingi tetapi tetap rapat seperti aku dan kau yang bertawaf dalam bambu-bambu cinta kita yang hanya dalam imajinasi tetapi merapat dan rekat Purwokerto, 2011 Sajak-s...