Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2012

Aku ingin kau tetap menjagaku

Gambar
Sayang… Tahukah kau apa yang sedang aku alami saat ini? Aku seperti kehilangan kekuatan untuk hidup, aku kehilangan semangatku. Aku rapuh, aku lemah. Aku sakit. Memang, aku merdeka, ya, merdeka karena tak ada lagi yang   mengingatkanku saat aku lupa makan, tak ada lagi yang mengingatkanku ketika aku pergi jauh tanpa teman. Dan tak ada lagi yang melarangku ketika aku melakukan hal-hal yang mungkin kurang baik untukku. Tetapi sayang, sungguh aku rindu itu, aku rindu semuanya. Aku rindu perhatian yang selalu kau berikan, aku rindu semangat yang selalu kau alirkan, dan aku rindu kamu. Saat ini aku menyadari, ternyata aku perempuan lemah, yang memang membutuhkanmu untuk menguatkanku. Sayang.. Aku ingin kau kembali mengingatkanku, aku ingin kau kembali cerewet padaku dan aku ingin kau kembali menjagaku… Aku harap suatu saat nanti ketika aku pergi jauh, kau tak akan meneteskan airmata untukku…. Aku mencintaimu dan merindukanmu lelakiku….

Ketika kau lupa…

Gambar
Sayang..abaikanlah saja aku, abaikanlah saja saat handphonemu bordering dan tertera namaku yang memanggilmu, abaikan saja smsku tentang rinduku yang semakin meradang padamu. Dan abaikanlah semua hal-hal kecil yang mungkin kurang berarti bagimu. Karena, aku tahu saat ini mungkin kau sedang disibukan pekerjaanmu, dan aktifitasmu yang semakin membuatmu melupakanku. Tak apa sayang, aku akan mencoba memahamimu. Biarlah rinduku ini semakin lesap, dan semakin membuat nafasku sesak. Karena dengan seperti itu, kau mengajariku tentang kekuatan. Aku akan semakin kuat dengan semua yang kau berikan untukku. Maafkan aku ya sayang, beberapa waktu yang lalu. Mungkin banyak hal yang kurang kau sukai dariku, dan aku tak memberikan kesempatan untukmu marah. Karena, aku tidak mau kau menyesal setelah memarahiku. Aku tahu hatimu sayang, teramat lembut untuk seorang lelaki. Tetapi sekali lagi, aku mohon jangan terlalu sensitive dengan hal-hal kecil yang akan membuat hubugan kita menjadi hancur...

Menangislah Bulan....

Gambar
Siang itu, ketika aku pulang kuliah aku mendapati temanku, Bulan. Menangis sendiri di pojok kamar. Dia menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Aku bingung apa yang terjadi dengannya. Aku mendekatinya dan menawarkan pundakku untuknya. “Kenapa kau menangis Bulan. Apa ada yang menyakitimu?” Pelan sekali aku bertanya. Tetapi tangisnya semakin menjadi. Aku mencoba mengerti, aku biarkan dia terus menangis dihadapanku. Karena aku tahu, dia lebih cengeng dariku. Teruslah menangis Bulan, jika itu mampu meringankan semua rasa sakit di hatimu. Menangislah, kau tak akan terlihat lemah di hadapanku karena menangis. Tidak sama sekali, bulan. Justru aku iri padamu, karena kau mudah sekali menangis, sedangkan aku menangis jika memang terjadi sesuatu yang mengharuskanku menangis, itupun aku hanya menangis sendiri, aku tak bisa membagi tangisanku kepadamu. Meskipun kau teman terdekatku. “Apakah cinta harus sesakit ini?” Tiba-tiba kau mulai bicara padaku Bulan, aku mulai menyuruhmu...