Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2012

Aku mohon jangan pergi....

Gambar
Apakah kau ikhlas jika aku menjalani cinta dengan orang lain? Pertanyaan itu seolah-olah memukulku, mencabik-cabik hatiku. Perih sekali.... Aku butuh jawaban darimu... Apa ada perempuan lain yang mengusik hatimu? Mengusikku iya, tetapi tidak hatiku... Lalu... Lalu , jawab pertanyaanku... Aku hanya diam, mencoba menerjemahkan kembali pertanyaanmu yang semakin membuatku sesak. Buliran bening itu mengalir di pipiku, tak ada yang menyekanya, karena kaulah orang yang selalu menyeka airmataku ketika aku menangis. Tetapi kini...semuanya pelan-pelan berubah, kau lelah denganku... Perlahan...dengan sekuat hati, aku mencoba menjawab pertanyaanmu. Baiklah mas, jika itu yang kau inginkan..jika memang ada perempuan yang memang bisa mendampingimu dengan tulus, jalanilah...tetapi aku mohon tetaplah disini, di hatiku, aku tak bisa kehilanganmu..             Kau mengijinkan aku mencintai perempuan lain? Apa kau per...

Aku ingin pinjam pundakmu sebentar saja..

Gambar
Bolehkah aku meminjam pundakmu sebentar saja? Aku lelah, aku ingin istirahat di sana, di pundakmu, ya, di pundakmu yang teduh. Kau tahu, setiap hari aku selalu sibuk dengan pekerjaanku hingga tak ada waktu, bukan saja waktu untuk dirimu, bahkan untuk diriku sendiri, aku juga kehilangan waktuku. Maka, ketika kau di sampingku, aku ingin meminjam pundakmu untuk melepas semua rasa penat yang aku rasakan selama ini. “Aku takmau meminjamkan pundakku untukmu,” “Kenapa? Apa kau marah denganku?” “Tidak, aku tidak akan pernah bisa marah denganmu. Paling-paling jika kau membuat kesalahan, aku hanya akan terdiam dalam beberapa hari, dan meskipun aku tahu kau tak suka, tetapi itulah caraku ketika marah denganmu, aku takmau menyakitimu dengan amarahku, apalagi dengan perkataanku, tidak aku tidak akan pernah marah dan tidak akan pernah bisa marah denganmu,” “Jika kau tak marah, lalu kenapa kau takmau meminjamkan pundakmu untukku?” “Aku tidak mau meminjamkan pundakku...