Irene The Hunter Of Lazy Monsters
Resensi
Judul : Irene The Hunter of Lazy MonstersPenulis : Mulasih Tary
Ilustrasi : Telia
Penerbit : PT Penerbitan Pelangi Indonesia
Tebal Buku : vi + 114 halaman
Cetakan : 2015
ISBN : 978-602-1627-69-3

Bagi yang suka cerita fantasi, pasti suka dengan buku ini. Ada monster-monster pengganggu yang bikin gregetan, ada negeri mimpi yang membuai, ada negeri langit yang luas dan menawan, ada kereta kuda ajaib yang baik hati, dan lainnya. Sedangkan tokoh utamanya adalah Irene, gadis cilik yang selalu ceria dan rajin bekerja, bersama sahabatnya, Yosi.
Kalian yang tinggal bersama orangtua di rumah yang hangat, serta setiap hari bisa bersekolah, harus bersyukur ya, karena teman kita di cerita ini adalah anak sebatang kara. Irene dan Yosi tidak punya keluarga, dan hidup di desa yang jauh dari kota. Mereka tidak sekolah karena tidak punya uang. Irene dan Yosi tinggal di gubuk, yang di malam hari hanya diterangi oleh obor karena tidak dipasang listrik. Setiap hari mereka bekerja membantu beberapa penjual di pasar dengan harapan akan memperoleh imbalan untuk makan. Kadang-kadang mereka pun mengumpulkan barang-barang bekas untuk dijual kembali.
Hebatnya, Irene dan Yosi meskipun hidup serba kekurangan, keduanya tidak pernah mengeluh. Hari-hari dijalaninya dengan senyum dan penuh semangat.
Melihat rajinnya Irene, Yosi, dan orang-orang di desa tersebut, membuat para monster malas merasa kesal. Monster malas tidak suka melihat orang-orang yang rajin bekerja. Maka suatu hari dalam mimpinya, Irene bertemu dengan monster malas yang mengajaknya tidur terus dan tetap berada di Negeri Mimpi. Tapi Irene menolak. Ia lebih suka bekerja. Sayangnya, Yosi yang mengalami mimpi sama, berhasil dibujuk monster malas. Ia tidur terus, membiarkan Irene pergi bekerja sendiri.
Hari-hari berikutnya Irene mulai melihat keanehan. Orang-orang di pasar tampak sedikit. Penjual dan pembeli entah pergi ke mana. Hingga akhirnya Irene berjumpa dengan kunang-kunang ajaib. Kunang-kunang itu bisa berbicara bahasa manusia. Ia mengabarkan kepada Irene bahwa orang-orang terjebak di dunia mimpi. Mereka telah membuat perjanjian dengan monster malas untuk tetap tidur dan berada selamanya di Negeri Mimpi.
Irene sedih sekali. Ia teringat Yosi, sahabat kecilnya, dan teman-teman yang lain, serta para penjual yang sudah dianggapnya seperti keluarga sendiri. Kunang-kunang memberitahukan tentang rencana jahat para monster malas terhadap manusia. Dan Irene-lah yang ditugaskan oleh Tuan Erlang sebagai penyelamat pembebas semua manusia yang terperangkap di Negeri Mimpi.
Wah, apa ya, rencana jahat yang disusun oleh para monster malas? Siapa pula itu Tuan Erlang? Dan, apa saja yang Irene lakukan dalam upaya pembebasan para manusia? Serta apakah Irene berhasil menjalankan tugasnya?
Jawabannya bisa kalian dapatkan dalam buku ini. Ceritanya seru dan ada ketegangan-ketegangan yang bikin gemes dan gregetan. Jangan sampai kalian ketinggalan ceritanya, ya.
Cerita Irene ini menjadi tambah menarik dengan ilustrasi atau gambar yang cantik dan lucu. Selain itu, ada pesan kebaikan yang kuat yang bisa kita teladani. Siapa yang malas tidak akan mendapatkan apa yang diinginkan. Ayo, kita semua harus menjadi anak yang rajin. Rajin belajar, rajin membantu orangtua di rumah, rajin menabung, dan rajin untuk semua kebaikan.
Pesan lainnya, bila kita memiliki tekad yang kuat diiringi niat yang tulus, maka keberhasilan akan dicapai. Halangan dan rintangan pasti ada, namun bukan berarti membuat kita mengeluh lalu putus asa. Yuk, semangat melakukan kebaikan!
(Oleh Linda Satibi)
Komentar
Posting Komentar